Make your own free website on Tripod.com

Tajuk Album : LAYANG-LAYANG (1983)

  1. Ke Mana Ku Bawa Hati Yang Rindu
  2. Titisan Hujan
  3. Layang-layang
  4. Bicara Cinta
  5. Kau Pergi Demi Pertiwi
  6. Tiada Kata Secantik Bahasa
  7. Tangis Tak Berairmata
  8. Kisah Seorang Wartawan
  9. Keinsafan
  10. Menanti Panggilanmu




1.KE MANA KU BAWA HATI YANG RINDU

Ke mana ku bawa hati yang rindu
Bila wajahmu ku terbayang
Mungkinkah kau dengar keluhan hatiku
Mencari sinar cintamu...

Ke mana ku bawa hati yang rindu
Bila impian menggodaku
Usah kau membisu berikan jawapan
Di mana bukti kasihmu...

Malam yang indah tiada ertinya
Jiwaku resah mengenang dikau
Angin yang berlalu menyentuh hatiku
Bagai terdengar suara kasihku...

Ke mana ku bawa hati yang rindu
Dalam kembara kesepian
Mungkinkah bertemu pujaan hatiku
Semoga hilang rinduku...

(Ahmad Nawab/Dalina)

BACK TO TOP

2.TITISAN HUJAN

Titisan hujan di malam yang hening itu
Menyentuh hatiku yang sepi
Bisikan bayu seakan terdengar suara
Lalu ku terlena di lamunan...

Basah pipimu dengan linang airmata
Bila ku nyatakan padamu
Aku kan pergi membawa hati yang luka
Lalu kau merayu ku kembali...

Kini ku jauh darimu
Mencari sinaran bahagia
Dirimu turut menjauh
Tinggalkan aku dalam derita

Hujan yang turun seakan tiada hentinya
Membawa mimpiku yang duka
Berlalu kini kenangan cinta yang hampa
Dalam desiran hujan semalam...

(Ahmad Nawab/Dalina)

BACK TO TOP

3.LAYANG-LAYANG

Layang-layang kau melayang amat indahnya
Layang-layang jauh tinggi di langit biru
Layang-layang jelajahi alam nan indah
Kau megah di angkasa

Burung-burung seakan terpegun padamu
Berkilauan warna-warnimu
Di puncak dunia angin lalu

Membawa kau kian jauh
Di celah awan nan biru
Gagah perkasa

Layang-layang kau melayang di langit biru
Layang-layang kau melambang cita yang tinggi
Layang-layang jelajahi alam nan indah
Kau megah di angkasa

(Ahmad Nawab/Dalina)

BACK TO TOP

4.BICARA CINTA

Terharu jiwa mengenangkan
Manisnya saat pertemuan
Di situlah kau mulai
Bicaramu kepadaku

Malam yang indah menyaksikan
Dikau dan aku
Mencurahkan rahsia hati
Cinta suci
Betapakah oh mesranya

Kemesraan berbunga di hati
Terjalin rasa cinta suci
Renunganmu dan manja senyumanmu
Bagai menyatakan

Hasratmu yang suci
Dari hati kasih
Tiada kata indah dariku
Kepadamu hanya pandangan
Dari mata membisik rasa

(Ismail Ahmad Nawab/Dalina)

BACK TO TOP

5.KAU PERGI DEMI PERTIWI

Usah kau tangiskan perpisahan ini
Dengan airmatamu
Usah kau nantikan bila ku kembali
Ke pangkuan kasih

Setulus doamu cukuplah bagiku
Sebagai azimat
Senyuman manismu kasih dan cintamu
Menjadi temanku

Kau melangkah demi kebaktian
Kau berjuang demi keamanan
Ku iringkan doa dan harapan
Ku menanti saat kepulangan

Usah kau pintakan sejuta harapan
Dariku yang berjuang
Telah ku serahkan jiwa dan ragaku
Demi ibu pertiwi

Andainya ku gugur sebelum kembali
Usah kau ratapi
Jangan kau kesalkan pengorbanan ini
Demi bakti yang suci

Ku relakan perpisahan ini
Ku kalungkan kasih dan sayangku
Kau berjuang dengan ketabahan
Ku menanti dalam kesetiaan

(Ahmad Nawab/Dalina)

BACK TO TOP

6.TIADA KATA SECANTIK BAHASA

Tiada kata secantik bahasa
Untuk ku puji adinda
Tiada gambar secantik lukisan
Nak ku tunjuk perasaan

Oh...Dinda puspa gemala
Mengharum jiwa
hm...

Oh...Dinda puspa gemala
Mustika kanda

Namun musim berubah
Suasana bertukar
Tapi ikatan mesra
Sikit pun takkan longgar

Tiada kata secantik bahasa
Untuk ku puji adinda

(Allahyarham Tan Sri P. Ramlee/Jamil Sulong)

BACK TO TOP

7.TANGIS TAK BERAIRMATA

Nak ku nangis tak berair mata
Nak ku rayu pada siapa
Bagaikan lagu tanpa irama

Nak ku nangis tak berairmata
Nak ku rayu pada siapa
Setelah aku serahkan cinta
Engkau cari kekasih yang lain
Biar aku membawa diri yang lain
Dengan hati yang kecewa

Janganlah kau seksa diriku ini
Biar derita ku tanggung sendiri
Mengapakah ini harus terjadi
Di kala cinta sedang bersemi
Mengapa oh mengapa

Dunia ini ku rasa sepi
Tiap hari aku merintih
Aku menangis seorang diri
Kau gembira aku merana
Tinggallah kasih tinggallah sayang
Aku pergi membawa diri

(Ahmad Nawab/M.Borhan)

BACK TO TOP

8.KISAH SEORANG WARTAWAN

Dari pagi kau bertugas
Ke larut malam
Tak mengenal penat jemu
Demi baktimu
Kau mengorbankan waktumu
Mencorak pena
Mengubah cara...hidup insan

Kau bekerja dengan sabar
Berperibadi
Walaupun rintangan datang
Rela hadapi
Mengejar memburu berita
Cerita maya
Suka dan duka...segalanya

Duniamu
Oh wartawan
Tak terbatas
Dan mencabar...

Kadang waktu
Kau disanjung
Kadang waktu
Kau dilupa...

Menjalinkan hasrat suci
Untuk ber bakti
Menyinarkan dunia seni
Untuk seniman
Membangunkan tekad nusa
Untuk berjaya
Namun hidupmu
Tak terbela

(Ahmad Nawab/Dalina)

BACK TO TOP

9.KEINSAFAN

Ku mencari kesucian diri
Setelah keinsafan menjelma
Masih tersirat di sanubari
Keganasanku di alam maya

Jari jemariku tak berhaluan
Hanya mengikut rentak hati
Dan perasaan
Masih ku menanti ke mana ku bawa diri

Segala-gala yang ku inginkan
Setelah langit tidak bertepi

Insan di dunia seakan berbangga
Setelah diriku terlantar
Tidak bermaya
Ku hanya berdoa di segala keinsafan

Sudah kehendak Yang Maha Kuasa
Musnahlah aku dalam kekejaman

(Nasir Ibrahim)

BACK TO TOP

10.MENANTI PANGGILANMU

Setiap hari ku menanti panggilanmu...sayang
Menanti dengan kerinduan
Masa berlalu ku rasakan bagai mimpi
Namun hatiku masih hampa...

Ingin dengar suara manja darimu
Bisikan mesra yang menawan
Inginku bicara mencurah perasaan
Hasratku yang lama terpendam

Usahlah
diriku
kau lupa

Ku nanti
ku rindu
suaramu

Ku tunggu
panggilan
bilakah

Mengapa
kau membisu...

Debarnya hatiku menanti
Panggilanmu...sayang
Menantikan khabar darimu
Sedetik lalu hatiku kian merasa rindu
Tak sabar ingin ku bicara

Walaupun wajahmu tak dapat ku tatapi
Suaramu menghibur hatiku
Namun kini panggilanmu masih ku nanti
Entahkan bilakan terjadi

(Ahmad Nawab/Dalina)


BACK TO TOP
Diterbitkan : 1983 WEA Records Sdn Bhd


*Koleksi FATHIL HIDAYAT 2000*


BACK TO 'KOLEKSI ALBUM' PAGE
BACK TO HAYYAT'S JAMAL PAGE