Make your own free website on Tripod.com

Tajuk Album: SURATAN KASIH (1995)

  1. Ghazal Untuk Rabiah (duet M.Nasir)
  2. Suratan Kasih
  3. Tak Dimengertikan
  4. Berdendang Dalam Tangisan
  5. Tersentuh Kernamu
  6. Izinkan Aku
  7. Dibelit Rindu Menjalar
  8. Sengsara Menjadi Kemanisan
  9. Kesal (bersama Shades)
  10. Di Sudut Kamar Hatiku




1. GHAZAL UNTUK RABIAH (duet M.Nasir)

Jamal :
Yaaa...Rabbiah...
Yaaaaa...Rabbbiiah...
Yaaaaaaaa...Rabbbiiiiiah...

Jamal :
Kilauan bintang berkelip-kelip di langit tinggi
Dan cahaya menari-nari di langit biru
Tidaklah dapat menenangkan perasaanku
Yang merindukan kehadiranmu kasih

M.Nasir :
Gemersik irama buluh perindu
Dan nyanyian pari-pari dari kayangan
Tidaklah dapat tenteramkan sanubari
Yang mendambakan kepastian kasihmu

Jamal :
Rela lepaskan
Segala-gala
Yang ku ada
Andai itu yang kau hajatkan

M.Nasir :
Rela terima
Apapun syaratnya
Dan dugaan
Untuk ku buktikan cintaku

Jamal :
Asalkan dapat ku mengubati
Hatiku yang cedera ditumpas(kan) cinta(kekasih)

M.Nasir :
Asalkan dapat
Ku menundukkan
Amukan gelora jiwa yang menagih kasih

Jamal :
Aaaaaa...

Jamal & M.Nasir :
Ya Kasih........

Jamal & M. Nasir :
Yang halus, Yang tulus, Yang mulus, Yang kudus

M.Nasir :
Majnun...

Jamal :
Semoga malamku tidak lagi
Jadi medan airmata
Menusuk segenap kalbuku

Jamal & M.Nasir :
Ohoo...

(M.Nasir & Jamal Abdillah / Cenderawasih)

BACK TO TOP

2. SURATAN KASIH

Untuk apakah lagi
Sumpah dan janji
Yang tak pernah tertunai sejak dulu

Untuk berapa kali lagi
Berperang dengan perasaan
Yang membakar keyakinanku

Apa perlunya cinta
Untuk merana
Tak pernah ku lihat
Kesakitan dan kekuatan
Walau setitik
Madunya tak pernah ku merasakan

Salah dan benar di matamu
Hanya permainan
Kau pemburu
Yang mencari mangsamu

Apakah ini suratan
Yang telah pun ditentukan
Menjelma untuk mendugaku
Berikan sedikit kemanisan itu pengubat luka

Segunung impian
Ledak menggegarkan
Perasaan

Rakus tersiksa
Dan ranaplah
Cintaku
Hinggaku terlupa
Bahawa cinta
Hanyalah perasaan
Yang bisa menghancurkan

(M.Nasir/ Usop)

BACK TO TOP

3. TAK DIMENGERTIKAN

Sedetik ku renung
Sejenak termenung
Tak ku sangkal
Mesti ku akur
Anggun terunggul
Ada padamu

Pesona cinta
Bicara kasih
Bagai bisa
Sampai ke mata
Sampai ke hati
Ku kau dera

Tak berdaya ku lawan
Tak kuasa ku tentang
Bara asmara mendayu
Api cinta menderu

Namun ku tak beralih
Dari pendirianku
Walau tinggal kau satu
Tiada lain pengganti
Tak rela menerimamu
Biar nanti hidupku
Hanya berteman sunyi
Biarlah terdampar
Melara sepanjang hayat

(M.Nasir / Jade & Cenderawasih)

BACK TO TOP

4. BERDENDANG DALAM TANGISAN

Telah lama ku akur dengan kehendakmu
Mengapa sekarang dia pula yang engkau sanjung
Kerna dia...kerna dia oh..oh..
Kerna dia kita terpisah

Telah kita janji sehidup semati
Mengapa sanggup engkau nodai cinta suci ini
Kerna dia...kerna dia oh..oh..
Kerna dia harapan musnah

Bunga bukan sekuntum
Lagi pun tidak lama harum
Bukan hendak cakap sombong
Cuma tak sanggup diri dibohong
Ah.....Ah.....

Berkasih di tengah sempadan
Sumpah dan janji kau jadikan mainan
Berdendang di dalam tangisan
Cari jawapan yang benar atau bukan
Menaruh harapan
Biar ramai datang
Kau seorang tetap ku sayang

(M.Nasir / S. Amin Shahab)

BACK TO TOP

5. TERSENTUH KERNAMU

Tersentuh dari bicaramu
Jelas ada kasih yang terucap
Terang sudah hati ini
Dengan kata cinta hari muka
Kian bermakna

Ku lepaskan satu persatu
Temasya di balik cumbu rayu
Agar bisa ku hidupkan
Bahtera di depanku
Hanyalah kernamu

Belayar di lautan madu
Melangkah waktu
Dilambung ombak penuh rindu
Syurga di mata
Tak pernah ku kecewa
Menggenggam bara cinta
Sanggup terima apa jua
Kernamu

(M.Nasir / Keon)

BACK TO TOP

6. IZINKAN AKU

Kadangkala
Aku ingin bersendirian sebentar
Agar dapat
Ku berhenti dan berpaling
Melihat semalam yang berlalu
Aku keliru

Dalam melayari cinta
Bagaimana
Seharusnya untuk ku meyakinkan
Dirimu
Yang sengaja berahsia
Berteka-teki dalam cinta
Biar...gundah...membendung perasaanku

Tunjukkan aku
Pintu ke lubuk hatimu
Agar terurai
Kekusutan di jiwa
Sebelum mentari berlabuh
Di hujung hari

Aku
Merawati rindu di dada
Memulih rasa
Yang selama ini gelisah
Sebelum mentari berlabuh
Di hujung hari

Merawati rindu di dada
Izinkan aku

(Salman / Arab)

BACK TO TOP

7. DIBELIT RINDU MENJALAR

Andai rindu ku pendam
Ku simpan untukmu
Diizinkan Tuhan ku jelmakan
Akarnya

Seluruh alamraya
Pasti akan dicengkam
Belitan akar rinduku

Andai cinta ku semaikan
Bisa menjadi sebuah pohon
Pasti akan terciptalah
Bukti

Cinta ku simpan di hati
Tumbuh menjalar tinggi
Mencecah ke awan sepi
Yang sunyi

Pasti kau terpegun
Tunduk menangis
Sepanjang hayatmu
Menatap kesal

Kau menolak kasihku
Kerna sebertih kesangsian
Dalam angan-anganmu
Yang cuma bayangan
Sejarah lalumu
Datang ganggu siang hari
Datang ganggu dalam hati

Oh...oh...sambutlah
Oh...oh...rinduku
Oh...oh...dengarlah
Oh...oh...rayuanku

(Saari Amri / Nurbisa)

BACK TO TOP

8. SENGSARA MENJADI KEMANISAN

Kasih menanti aku dalam setia
Walau sengsara kesakitan
Menanti aku tentunya dia
Sempadan antara cinta dan menafikannya
Membuat aku berlegar mencari lain
Darimu dinda

Namun setelah aku jatuh di kakimu
Dan terbiar dalam pelukanmu ku sedar betapa
Ku tak tahu menilai cintamu

Wanita ku tak bisa hidup tanpamu
Walau kaku tindak tandukku
Dalam hati ku pintamu
Biarlah aku dilempar kata nista
Kenyataannya hanya mereka yang bercinta
Akan tahu bagaimana
Sengsara menjadi kemanisan
Biarpun siksanya panjang

(M. Nasir)

BACK TO TOP

9. KESAL (bersama Shades)

Bukan,bukan ku sengaja
Meruntuh istana yang dibina
Entah di mana silapnya
Begitu suratan
Cinta kita

Kesal
Seribu kesalan
Terpahat di hati selamanya
Tak mungkin berulang lagi
Cintamu selamanya
Di mana ku cari ganti
Budimu indahnya

Sekarang satu penantian
Ketentuan Tuhan
Seterusnya
Cinta pengisian jiwa
Bisa tega tandus dahaga
Ku kira pimpinan darinya
Di situlah cinta
Sebenarnya
Warna-warna kehidupan
KepadaNya gantung harapan

Memang lumrah kehidupan
Tiada yang bebas kesalahan
Kita di antara berjuta insan
Ketandusan kasih sayang
Pulanglah padaNya
Nikmat bahagia ciptaanNya

(B.B. Fajry)

BACK TO TOP

10. DI SUDUT KAMAR HATIKU

Resah hatiku
Merinduimu
Terbayang-bayang
Anggun senyum dan tawamu
Baru semalam rasanya bagai setahun
Pemergianmu tak tertanggung

Indah suasana
Tika bersama
Siang dan malam seolah di alam syurga
Cintamu itu cinta yang setulus jiwa
Di mana ku cari gantinya

Telah ku lupa detik hitam selamanya
Yang menodai cinta kita
Tidak terdaya menahan takdirnya
Engkau abadi di dalam dada

Sepi dunia di dalam riuh rendahnya
Pedih jiwa ku tanggung derita
Patah hatiku kesalan tiada terhingga
Kau satu dalam berjuta

Kepada Tuhan tempat ku taruh harapan
Engkau selamanya dalam bahagia
Cintamu itu biar ku kenanginya
Di sudut kamar hatiku

Sekadar coretan buat kenangan
Cerita kita di sini ku abadikan
Tinggi harapan semoga diketemukan
Di alam impian syurga idaman

(Kamal Halim)


BACK TO TOP
Diterbitkan : 1995 Warner Music (M) Sdn Bhd

*Koleksi FATHIL HIDAYAT 2000*


BACK TO 'KOLEKSI ALBUM' PAGE
BACK TO HAYYAT'S JAMAL PAGE