Make your own free website on Tripod.com

Tajuk Album: UNTUKMU (1988)

  1. Kalipso Tropikana
  2. Penyiksaanku
  3. Cinta Selayang Pandang
  4. Deru
  5. Hingga Tiba Saat Itu
  6. Kenangan Tak Bisa Dilenyapkan
  7. Insan
  8. Mana Teman Seperjuangan
  9. Sayap Terluka
  10. Di Hujung Percintaan




1. KALIPSO TROPIKANA

Kalipso...Tropikana...Nusantara
Ku lihat engkau
Berlari di pasir putih
Sambil melambai padaku

Kau ukir senyum
Meredupkan terik mentari
Ombak menari-nari

Teman-teman memukul bonggo
Beriramakan Oh Kalipso
Dan aku mendendangkan
Lagu ini untukmu
Untukmu sayang

Mari intan mari sayang menari
Mari intan mari sayang berkalipso
Mari intan mari sayang menari
Mari intan mari sayang berkalipso

Kesempatan ini
Kita nikmati bersama
Mari lupakan
Kisah perusak jiwa

(M. Nasir)

BACK TO TOP

2. PENYIKSAANKU

Langit kelabu tak menjanjikan
Hujan kan turun membasahi bumi
Hati membeku semakin membatu
Menambahkan penyiksaanku

Mengapa kau tak mengerti kasih
Bagaimana aku merindukan
Yang kau lafas dan kau kota
Adakah dua yang berbeza
Sejauh manakah cintamu
Apakah pengorbananmu

Mengapakah sengsaranya cinta
Namun mengapa masih aku memerlukanmu
Sedang engkau tak pernah meyakinkan
Hanya melayani perasaanku
Sedikit demi sedikit aku lebur

Aku kan katakan kasih
Dia kan katakan sayang
Mereka kan katakan rindu
Mestikah terus begini

(M.Nasir)

BACK TO TOP

3. CINTA SELAYANG PANDANG

Siapa itu yang memandangku
Tajam menikam sanubariku
Mestikah aku diam membisu
Dan membiarkan cinta berlalu
Ku rasa malu

Walaupun hanya selayang pandang
Hatiku ini telah digoncang
Haruskah aku berterus terang
Dan menyerahkan takdir yang datang
Takdir yang datang

Aku pernah dikecewakan
Aku pernah ditertawakan
Tak ingin lagi kecundang dalam cinta
Yang telah berakar

Dan walau seterus sejernih hatiku
Ingin mendampingi menyentuh hatinya
Jika tak ku cuba
Pasti tak tercipta
Seikhlas cinta

Redup di wajahnya
Membakar senyuman
Namun hati ini
Takut tak diterima
Jika tak ku cuba
Pasti tak tercipta
Keikhlasan cinta
Hmm...

(M.Nasir)

BACK TO TOP

4. DERU

Deru angin
Menyapa muka
Membuat hati
Tenang semula

Kerna pintu hati terbuka
Menjemput kau bertandang sama
Keyakinan
Kebahagiaan
Masa depan yang ku nantikan

Deru angin
Membawa khabar
Menenang jiwa
Yang dulu gementar

Semalam yang seakan mimpi
Dan yang tak ingin ku ulangi lagi
Kau tanamkan semangat baru
Dengan rela kau sentuh hatiku

Duhai kasih duhai sayang
Tak ku janjikan malam dan siang
Tapi jiwa ragaku yang menyintaimu
Hingga akhirnya

Tak mungkin ku abaikan janji
Tak mungkin ku hancurkan harapan
Kali ini takkan punah lagi

(M.Nasir)

BACK TO TOP

5. HINGGA TIBA SAAT ITU

Lihat diri ini
Hanya ruang yang sepi
Kekosongan tiada berseri
Bagai pelaut usang
Yang dipukul gelombang
Itu bagiku pengalaman
Laut yang tak bertepi
Begitu nasib diri
Ku terumbang-ambing sendiri
Tak kuasa berteman
Mencari keriangan
Bimbang diri kecundangan

Beronak berliku pendakian hidup ini
Terjatuh ke lumpur
Ditertawa dicaci

Sewaktu dipuncak
Banyak mata memandang
Namaku disebut dipuji dijulang
Siapa kawan
Siapa lawan

Tipisnya garis perbezaan
Lantaran itu kau maafkanlah aku
Sukar mempercayaimu

Mungkin suatu hari akan terbuka hati
Kekosongan akan terisi
Tapi ku rasa ragu
Sanggupkah kau menunggu hingga tiba saat itu

(Abass Bakar / Habsah Hassan)

BACK TO TOP

6. KENANGAN TAK BISA DILENYAPKAN

Semakin kau diam
Semakin kau cengkam
Perasaanku
Tidakkah tersimpan
Rasa kasih padaku
Walau secebis

Kenangan
Tak bisa kau lenyapkan
Walau bagaimana
Kau cuba memberi alasan
Kerana ku tahu
Itu hanya dusta
Adakah di hati
Terasa penyesalan
Menyintaiku

Apakah...aku tak setaraf
Dengan apa yang kau inginkan
Jika itu yang benar
Biar aku hentikan
Desakan ini
Kerana ku punya harga diri

Ku takkan merintih
Walau dada pedih
Membakar

(M.Nasir )

BACK TO TOP

7. INSAN

Insan apakah yang enkau cari
Di balik keriuhan hidup ini
Dengan perubahan yang kau saksikan

Di wajah insan
Di gemerlapankah jawapan

Insan carilah jalan
Oh jalan keredhaan
Pintu kesejahteraan
Dan dengan kerelaan
Insan (4x)

Insan apa yang kau cari
Di atas bumi yang fana ini
Beribu cerita yang kau saksi

Ada yang nyata
Ada yang maya
Oh insan

(M.Nasir/ S. Amin Shahab)

BACK TO TOP

8. MANA TEMAN SEPERJUANGAN

Di manakah teman
Yang sama tertawa dan bersenda
Mengapakah sepi
Takut pada bayang-bayang sendiri

Kata manis berbisa
Mana janji dan sumpah
Ku terdampar jauh
Membawa hati yang lama berdarah
Sepinya di dalam hati meronta
Di mana ketulusan
Nilai jiwa

Tak rela diriku ini berpura-pura
Hari berganti
Tetapi ku masih lagi mencari

Kemanisan yang hilang
Dikabur kepuraan

(M.Nasir / Usop)

BACK TO TOP

9. SAYAP TERLUKA

Hilang kata-kata
Untuk ku ucapkan padamu
Mengiringi perpisahan
Tak termimpi

Pudarlah cita
Terkulailah cinta
Bagai sayapku terluka
Tiada bermaya

Tanpa kata-kata
Walaupun sekuntum senyuman
Di saat perpisahan
Terasa diriku dihina

Ku mengusung harapan
Ku kebumi cinta
Bersemadilah bersama
Cinta dan juga cita kita
Kuserahkan
Ku tak rela
Berulang kisah yang silam
Tinggalkan aku
Biar Sendiri

Bayu yang berhempas
Membawa bersama kenangan
Merayu janji setia
Kisah cinta kita berdua

(M.Nasir / Usop)

BACK TO TOP

10. DI HUJUNG PERCINTAAN

Masih terdengar
Suara penyesalan
Di hujung percintaan
Hingga ku kesesatan tiada
Kepastian

Sudah ku cuba
Mengutip kekuatan
Mengusung kehidupan
Sayangnya penitian disekat
Sejuta tangan yang kejam

Mengapakah diriku masih terbelenggu
Dikurung satu harapan
Yang kekosongan
Terpenjara hatiku
Kerna menyintaimu
Yang teramat menyiksakan hidupku

Kau ku sayang
Berilah kemaafan
Moga ku ditemukan
Sebuah ketenangan yang damai

(Manan Ngah/Seri Bayu)


BACK TO TOP
Diterbitkan : 1988 WEA Records Sdn Bhd

*Koleksi FATHIL HIDAYAT 2000*


BACK TO 'KOLEKSI ALBUM' PAGE
BACK TO HAYYAT'S JAMAL PAGE